Integrasi
User Flow
Merancang peta perjalanan pengguna. Pelajari cara memvisualisasikan logika aplikasi sebelum mendesain visualnya.
Mengapa User Flow Penting?
Seperti arsitek yang membuat blueprint sebelum membangun rumah, UX Designer membuat flow sebelum mendesain UI.
-
Peta Perjalanan
Mencegah user "tersesat" dalam aplikasi.
-
Deteksi Masalah
Menemukan "dead-end" atau langkah yang tidak logis.
-
Komunikasi Tim
Menjelaskan logika ke developer tanpa desain visual rumit.
Contoh Sedehana
Jenis Flow Diagram
Tingkat kedalaman yang berbeda untuk tujuan berbeda.
Task Flow
Fokus pada satu tugas spesifik. Linear, sederhana, tanpa banyak percabangan.
Contoh: Tambah ke Keranjang
User Flow
Lebih kompleks. Mencakup berbagai kemungkinan (path) dan keputusan (decision points).
Contoh: Checkout
User Journey Map
Peta pengalaman emosional pengguna dari awal hingga akhir. Melibatkan perasaan dan pain points.
Plugin & Tools di Figma
Kerja cerdas dengan bantuan plugin.
Autoflow
Penghubung frame otomatis. Cukup pilih dua frame, plugin akan membuat panah connector.
Wireflow
Perpustakaan template wireframe siap pakai untuk user flow cepat tanpa desain manual.
FigJam
Whiteboard digital untuk brainstorming, sticky notes, dan diagram logika tim.
Tugas Individu
Membuat User Flow Diagram Aplikasi
Spesifikasi Tugas
-
1
Buat Persona Pengguna (Nama, Goal, Pain Points).
-
2
Buat High-Level Flow dari Entry sampai Exit.
-
3
Detailkan dengan min. 3 Decision Points (Percabangan).
-
4
Sertakan Wireframe Low-Fi di samping node diagram.