Evaluasi
Aksesibilitas
Desain yang baik bukan hanya soal estetika, tapi soal dapat digunakan oleh semua orang.
Apa Itu Aksesibilitas?
Praktik desain yang memastikan produk dapat digunakan oleh sebanyak mungkin orang, termasuk mereka dengan keterbatasan fisik, kognitif, atau situasional.
Prinsip: Usable for Everyone
- Perceivable (Dapat Dipersepsi)
- Operable (Dapat Dioperasikan)
- Understandable (Dapat Dipahami)
- Robust (Kokoh)
Mengapa Penting?
Lansia (60th+)
Tremor tangan & penglihatan menurun.
Butuh: Tombol besar & Teks kontras.
Pengguna Situasional
Di luar ruangan, layar silau matahari.
Butuh: Kontras warna tinggi.
One-Handed User
Menggendong bayi atau pegangan di bus.
Butuh: Area jangkauan (Thumb Zone).
5 Prinsip Utama Aksesibilitas
Penerapan praktis dalam desain UI.
1 Ukuran Tombol Minimal
Jari manusia sekitar 11mm. Tombol harus cukup besar untuk menghindari salah tekan.
2 Jarak Antar Elemen
Elemen berdempetan = Risiko salah tekan. Beri ruang "bernapas".
3 Jangan Bergantung Warna
Ingat, 8% pria mengalami buta warna. Selalu gunakan kombinasi Warna + Ikon + Teks.
Simulation: Red-Green Colorblind
4 Kontras yang Cukup
Pastikan teks terbaca jelas. Ratio minimal 4.5:1 untuk teks normal.
Sulit dibaca (Low Contrast)
Masih agak sulit
Sangat Jelas (High Contrast)
5 Navigasi Sederhana
3 Klik
Aturan maksimal untuk mencapai konten utama.
- Beri indikator "Anda di sini".
- Konsistensi letak menu.
- Gunakan label jelas, jangan cuma ikon abstrak.
Universal Design
Prinsip desain yang mengakomodasi berbagai preferensi.
Checklist Evaluasi Desain
Gunakan daftar ini untuk memeriksa kualitas desain Anda.
Physical Check
-
Ukuran tombol min. 44x44 px
-
Jarak antar elemen min. 8-16 px
-
Tombol berbahaya (reset/delete) dijauhkan
Visual Check
-
Kontras teks minimal 4.5:1
-
Tidak mengandalkan warna saja
-
Jelas dalam mode Grayscale (Hitam Putih)
Cognitive Check
-
Navigasi konsisten di tiap halaman
-
Pesan error jelas & solutif
-
Maksimal 3 klik ke konten utama
Gunakan checklist ini sebagai standar "Definition of Done".
Studi Kasus Nyata
Masalah Awal
- Tombol Like (Heart) terlalu kecil.
- Indikator Story sulit dilihat di cahaya terang.
Solusi Aksesibilitas
- Area sentuh tombol diperluas (meski ikon tetap).
- Menambah haptic connection feedback.
- Meningkatkan kontras ring Story.
Tokopedia
Masalah Awal
- Halaman produk terlalu padat.
- Warna diskon merah/hijau saru untuk buta warna.
Solusi Aksesibilitas
- Menambah label teks "DISKON 50%" (bukan cuma warna).
- Memperbesar font harga.
- Ikonografi lebih jelas.
Tugas Individu
Evaluasi & Revisi Desain Sendiri
Langkah Pengerjaan
-
1
Pilih Desain
Gunakan desain Figma dari tugas sebelumnya atau screenshot aplikasi favoritmu.
-
2
Audit Masalah
Cari tombol kecil, teks buram, atau navigasi aneh.
-
3
Lakukan Revisi
Perbaiki di Figma. Buat perbandingan Before vs After.
Contoh output Dokumentasi:
Before: Tombol "Beli" 30px (Kecil)
After: Diperbesar jadi 48px
Dampak: Mudah ditekan jari jempol.
Before: Teks abu-abu di background putih
After: Teks dipergelap (Hitam)
Kriteria Penilaian
"Good design is accessible design."
Aksesibilitas adalah standar minimum, bukan fitur tambahan.
Teruslah mendesain dengan empati.